Provinsi Maluku akhirnya mendapatkan satu tiket atau kuota menuju Pekan Olahragan Nasional (PON) ke-20 Tahun 2021 di Papua, untuk Cabang Olahraga Panjat Tebing. Dengan demikian, atlet dari cabang olahraga itu dipastikan akan beraksi di dinding panjat nanti.

Kuota lolos itu didapatkan, setelah Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (Pengprov-FPTI) Maluku, menerima Surat Keputusan (SK) dari PP FPTI tentang Penetapan Peralihan Kuota Lolos PON ke-20, di Papua tahun 2021.

Alwi Ode saat membacakan janji juri di acara pembukaan Pra PON Zona 3

“Jadi pada Kamis 11 November 2020 kemarin, kami menerima SK dari PP FPTI. Maluku memperoleh 1 tiket lolos. Selain Maluku, ada beberapa Pengprov FPTI lainnya juga, yakni Sumatera Utara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara,” ungkap Ketua Umum FPTI Maluku, Rovik Akbar Afifudin, beberapa hari kemarin.

Afifudin mengatakan, sebelumnya, pada pelaksanaan Pra PON Zona III Cabang Olahraga Panjat Tebing, yang berlangsung di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan, pada 14-20 November 2019 lalu, Maluku bersama 13 provinsi lainnya turut berpartisipasi di sana.

Maluku sendiri menurunkan sebanyak 18 atlet, 8 orang putra dan 10 lainnya putri. Para Atlet Panjat Tebing ini bertanding di berbagai kelas, baik perorangan maupun tim. Hingga akhir kompetisi Pra PON Zona III, Maluku hanya berhasil tengger di babak semifinal untuk kelas boulder perorangan putra, atas nama Sutrisno Solaiman.

“Sementara berdasarkan aturan penetapan kuota PON Zona III, yang dinyatakan lolos ke PON Papua hanya atlet, yang mengantongi medali emas dan perak di berbagi kelas. Makanya, Maluku tidak memenuhi syarat untuk lolos ke PON,” katanya.

Namun, sambung Afifudin, dalam pelaksanaan Rapat Koordinasi Tekhnis (RAKORNIS) PP FPTI dengan seluruh Pengprov FPTI se-Indonesia pada 5-9 Oktober 2020 di Bali, yang diwakili ketua Harian Pengprov FPTI Maluku Alwi Ode, membahas salah satu agenda yakni, laporan kesiapan setiap Pengprov FPTI yang memperoleh kuota PON, pada ajang Pra PON Zona I, II dan III.

Dalam pembahasan tersebut, kata dia, ternyata ada beberapa Pengprov yang tidak bisa mengirimkan seluruh atlet untuk berlaga di PON ke-20 Papua, lantaran terkendala biaya. Sehingga, jumlah kuota kosong menjadi kewenangan PP FPTI untuk dibagikan ke Pengprov FPTI peserta Pra PON yang tidak memperoleh kuota.

Kontingrn Maluku saat memasuki acara pembukaan

“Tentu sesuai dengan tata aturan serta syarat yang berlaku di PP FPTI,” jelas Afifudin yang juga Anggota DPRD Provinsi Maluku ini.

Menurutnya, dari hasil RAKORNIS tersebut diputuskan, terhitung satu bulan sejak selesai pelaksanaan RAKORNIS, PP FPTI akan menerima laporan tertulis tentang kesiapan dan kesediaan setiap Pengprov FPTI untuk mengirimkan jumlah atlet yang akan berlaga di ajang PON ke-20 Papua.

Setelah itu, PP FPTI akan menerbitkan Surat Keputusan Penetapan Kuota lolos PON kepada setiap Pengprov yang berhasil lolos termasuk Keptutusan Peralihan Kuota kepada Pengprof FPTI tidak lolos.

“Hasil dari Surat Keputusan tersebut, tertanggal 26 November 2020 yang ditanda tangani Ketua Umum PP FPTI, Yeni Wahid, Maluku memperoleh satu kuota lolos PON untuk berlaga di pesta olahraga empat tahunan tersebut,” katanya.

Namun ihwal itu, masih harus disahkan oleh KONI Pusat sebagai tambahan legalitas resmi.

“Harapan kami, meskipun dengan keterbatasan fasilitas dan finansial yang dimiliki, FPTI Maluku akan memberikan yang terbaik bagi daerah di pelaksanaan PON ke-20 Papua tahun 2021 nanti,” ujarnya.

Sisi lain, Afifudin juga berharap, Pemerintah Provinsi Maluku dan Pusat dapat memfasilitasi sarana dan prasarana panjat tebing berstandar Nasional. Sehingga bukan saja prestasi yang dikejar, melainkan dapat memasyarakatkan olahraga ini secara umum.

“Agar kedepannya, akan lahir atlet-atlet Maluku yang berprestasi baik secara Nasional maupun Internasional, seperti Aries Susanti, pemegang rekor dunia kategori Speed WR,” Afifudin berharap. (MAHIPALA)

Sutrisno Solaiman saat berlaga di babak penyisihan kategori boulder perorangan putra.
Alwi Ode saat menjuri di kategori boulder.
Buka Chat
1
Mahipala Ambon
Hai sahabat pecinta Alam..! Ada yang bisa kami bantu?