Jejak.MHPL,-Mahasiswa IAIN Pecinta Alam (MAHIPALA) Ambon, menjadi salah satu organisasi kemahasiswaan di Maluku, yang diminta MAPALA SPECTA IAIN Surakarta, untuk melakukan proses pendampingan kepada Spesialisasi Anggota Madya, yang hendak melakukan ekspedisi ke Gunung Binaya, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

“Kemarin kita menerima surat dari MAPALA SPECTA dengan perihal kerjasama pendampingan pendakian. Karena mereka yang datang ini masih anggota biasa, termasuk orang luar daerah, sehingga kita diminta untuk menjadi gaet,” kata Rifai Idris, Sekretaris Umum MAHIPALA Ambon, Jumat (1/11/2019).

Para mahasiswa pecinta alam SPECTA IAIN Surakarta yang datang ini, terdiri dari delapan orang, empat diantaranya laki-laki dan empat lainnya perempuan. Masing-masing, M. Abdul Rokhim, Desi Susanti, Elisa Riski Inayah, Khori Ila Maisaroh, Yulia Esti Lestari, Aan Rohmad Safrudin, Miftahkhul Aintifada Aarafat dan Muhammad Bahrudin.

Mereka sudah tiba di Ambon sejak Rabu 30 Oktober menggunakan KM Ngapuluh. Rencananya akan melakukan pendakian hingga 13 November.

“Selama proses pendakian, mereka akan didampingi dua orang anggota kami yakni, Hasim Mahu dan Femi Lamasano. Kita juga minta bantuan MAPALA Said Perintah di Masohi untuk sama-sama melakukan pendampingan,” katanya.

Menurutnya, pendakian ini dilakukan untuk program spesifikasi devisi dalam organisasi mereka di IAIN Surakarta. Selain program spesifikasi, di Maluku Tengah juga, para mahasiswa ini akan memberikan bantuan berupa buku bacaan dan alat mandi kepada warga di Desa Kanike, Kecamatan Seram Utara.

Jadi sebelum melakukan pendakian, kata Rifai, mereka lebih awal memberikan bantuan buku dan alat mandi kepada warga di Desa Kanike.

“Setelah itu baru mereka melanjutkan pendakian ke puncak Gunung Binaya yang tinggi mencapai 3027 Mdpl,” katanya.

Rute perjalanan para mahasiswa ini akan dimulai dari Desa Huaulu, kemudian puncak Gunung Binaya hingga ke titik terakhir, yakni di Desa Piliana, Seram Selatan. Setelah itu, mereka kembali Kota Ambon dan melanjutkan perjalanan menuju kota asal di Surakarta.

“Dalam schedule yang kita terima, perjalanan dilakukan pada 29 Oktober hingga 13 November. Mungkin 13 November mereka sudah sampai di Surakarta,” katanya.

Dia berharap, pendakiannya tersebut berlangsung baik dan terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan. “Ya harapan kita semoga perjalanan mereka baik-baik saja. Pergi dengan selamat, balikpun pun dengan selamat. Sisi lain, kita juga berharap kerjasama ini tetap terjalin dengan baik,” ujarnya. (Humas)

Buka Chat
1
Mahipala Ambon
Hai sahabat pecinta Alam..! Ada yang bisa kami bantu?